News and Event

sekper1
12/04/2017 - 00:00

Dirut Nindya Karya Hadiri Keberangkatan Center Span Jembatan Holtemkamp

Acara yang di hadiri Oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono tersebut, bertujuan melakukan pelepasan satu dari dua box baja pelengkung bentang utama Jembatan Holtekamp yang telah rampung dan siap dikirim dengan kapal secara utuh ke Jayapura untuk dipasang.

“Umumnya, perangkaian sebuah jembatan dilakukan di lokasi. Namun untuk Holtekamp, perangkaian konstruksi dilakukan di tempat berbeda yaitu di PT PAL Indonesia Surabaya” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Dalam pembuatan pelengkung bentang tengah yang dilakukan sejak Juli 2017 tersebut, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang digunakan dalam pembangunan jembatan mencapai 95%. Hal ini untuk mendukung peningkatan pemanfaatan dan produksi baja dalam negeri.

Beberapa kelebihan lainnya adalah merupakan jembatan lengkung box dengan bentang terpanjang dan terlebar di indonesia.

Ini juga menjadi pengiriman jembatan utuh terjauh yakni 3.200 km dari Surabaya ke Jayapura dengan perkiraan lama perjalanan yakni 30 hari. Jembatan ini juga dilengkapi spesial bearing dinamakan seismic isolation pendulum bearing dan spesial expansion joint.

Pertimbangan untuk memproduksi bentang utama oleh PT. PAL Indonesia di Surabaya adalah untuk mitigasi kegagalan konstruksi bila rangka bentang utama dikerjakan di Jayapura. Pasalnya, kawasan tersebut termasuk kawasan rawan gempa. Sehingga akan meningkatkan aspek keselamtan kerja, meningkatkan kualitas pengelasan dan mempercepat waktu pelaksanaan 3 bulan.

Panjang bentang utama adalah 400 meter ditambah jembatan pendekat 332 meter yang terdiri 33 meter pendekat dari arah Hamadi dan 299 meter dari arah Holtekamp sehingga total panjang jembatan keseluruhan 732 meter. Lebar jembatan adalah 21 meter yang terdiri 4 lajur 2 arah dilengkapi median jalan.

Keberadaan Jembatan Holtekamp memiliki nilai strategis, yakni untuk mengatasi kepadatan kawasan perkotaan, pemukiman dan kegiatan perekonomian di dalam Kota Jayapura. Pasalnya, jembatan ini memangkas jarak tempuh hingga 17 kilometer di antara kedua lokasi tersebut. Hal ini berpengaruh pada waktu tempuh dari Kota Jayapura ke Muara Tami yang akan menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw yang sebelumnya membutuhkan waktu 2,5 jam kini menjadi 60 menit.

Add comment

Filtered HTML

  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.

Plain text

  • Tidak ada tag HTML yang diperbolehkan.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.

Recent News

Scroll to Top