INOVASI

Tentang Nindya Spircon

Pada tahun 2004, sistem Struktur Pracetak Nindya SpirCON diciptakan dalam rangka menunjang program pemerintah dalam menyediakan rumah susun sederhana sewa (RUSUNAWA) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sejak itu, Sistem struktur ini sudah digunakan untuk berbagai fungsi bangunan, seperti : bangunan perkantoran, bangunan perkuliahan, dan bangunan rumah susun. Sistem Struktur Pracetak Nindya SpirCON sudah diaplikasikan pada pembangunan RUSUNAWA berlantai 4 sampai dengan 6 diberbagai daerah di Indonesia, yaitu : Medan, Bekasi, Surabaya, Jogjakarta, Pontianak, Jakarta, dan Makassar. Sedangkan untuk bangunan perkantoran dan perkuliahan telah dibangun di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta dan Kampus Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Berkaitan dengan hal tersebut diatas, PT Nindya Karya (Persero) berencana mengembangkan Sistem Struktur Pracetak Nindya SpirCON sebagai suatu sistem struktur yang dapat diterapkan pada bangunan bertingkat menengah, dimana selain dapat diaplikasikan pada bangunan RUSUNAWA & RUSUNAMI, dapat pula diaplikasikan pada bangunan lainnya, seperti bangunan apartemen, perkantoran, pertokoan, dan lain-lainnya. Untuk itu, sebelum diterapkan, perlu dilakukan suatu penelitian dan pengembangan yang mempertimbangkan aspek teknis dan ekonomis serta lingkungan..

System Structure

Struktur monolit (menyatu dan berkesinambungan) Perencanaan sesuai dengan konvensional : beban dan kombinasi faktor beban faktor reduksi kekuatan kolom kuat-balok lemah

Basic Principles

Struktur monolit (menyatu dan berkesinambungan)

Perencanaan sesuai dengan konvensional :, beban dan kombinasi faktor beban, faktor reduksi kekuatan, kolom kuat-balok lemah

Tipe Sambungan

Tipe Sambungan Basah (Wet Connection)

Tipe Sambungan kering (Dry Connection)

Konfigurasi sambungan : Kolom - Pondasi, Kolom - Kolom, Kolom - Balok, Balok - Balok, Pelat - Balok

Contoh Proyek

 

 

 

 

Scroll to Top