Kembali
Bagikan

Komut Nindya Karya Minta Percepatan Proyek Sekolah Rakyat di Sulsel: Tambah 700 Pekerja hingga Double Shift

Berita
3 May 2026

Makassar, 2 Mei 2026 — Komisaris Utama PT Nindya Karya, Michael Umbas, meninjau dua proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Provinsi Sulawesi Selatan, yakni di Kabupaten Takalar dan Kota Makassar, Sabtu (2/5/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai target dan tetap mengedepankan kualitas dan tata kelola yang baik.

Dalam kunjungan ke lokasi proyek di Kabupaten Takalar, Umbas menegaskan pentingnya percepatan pekerjaan. Ia menyebut proyek Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program prioritas nasional dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mengurangi kemiskinan ekstrem.

“Program ini harus dikerjakan dengan serius dan optimal karena dampaknya langsung ke masyarakat,” ujar Umbas.

Di Takalar, progres proyek saat ini mencapai 54,4 persen dengan sisa waktu pengerjaan sekitar 50 hari. Meski masih terdapat deviasi dari rencana awal, tim proyek telah melakukan langkah percepatan, antara lain dengan menambah tenaga kerja menjadi sekitar 700 orang dan menerapkan sistem kerja double shift.

Umbas menekankan setiap kendala di lapangan harus ditangani secara cepat dan terkoordinasi.

“Setiap kendala harus direspons terbuka, dikoordinasikan dengan seluruh stakeholder, dan diselesaikan dengan solusi yang tepat. Target penyelesaian harus tetap dijaga,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar proyek diselesaikan tepat waktu tanpa pengajuan perpanjangan, dengan tetap menjaga kualitas pekerjaan dan keselamatan kerja.

Dalam kunjungan tersebut, Umbas didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Takalar Syamsurezky, S.H., M.H., Asisten I Setda Kabupaten Takalar Ikbal Batong, S.E., M.Si., Camat Polongbangkeng Utara Aji Sangaji, S.I.P., Project Manager Nindya Karya untuk Proyek SR Takalar Dian Teguh AF, serta Koordinator Proyek Nindya Karya Provinsi Sulawesi Selatan Syaeful Karim, bersama sejumlah stakeholder terkait lainnya.  

Selanjutnya, Umbas melanjutkan kunjungan ke proyek Sekolah Rakyat di Kota Makassar. Di lokasi ini, progres pembangunan tercatat lebih tinggi, yakni 58,47 persen dengan sisa waktu 49 hari.

Meski progres relatif lebih baik, Umbas tetap mendorong percepatan melalui penambahan tenaga kerja serta optimalisasi distribusi material dan penyelesaian isu teknis di lapangan.

“Kami melihat komitmen tim di lapangan cukup baik. Ini harus terus dijaga dan diperkuat agar target penyelesaian tercapai sesuai rencana,” ujarnya.

Dalam kunjungan di Makassar, Umbas turut didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Makassar Zainal Ibrahim, M.Si., Kasubsi I Intelijen Kejari Makassar A. Khaerul Fahmi, S.H., Sekretaris Dinas PU Kota Makassar Nurhidayat Sukardin, S.T., M.T., Kabid Linjamsos Kaharuddin Bakti, S.E., Kasi Sarana dan Prasarana Sekolah Paisal, S.AP., M.AP., Camat Biringkanaya Maharuddin, S.Sos., M.M., serta Lurah Sudiang Raya Andi Ahsanul, bersama stakeholder terkait lainnya.

Secara lingkup pekerjaan, pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Takalar dan Kota Makassar mencakup Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi, Pekerjaan Persiapan Lahan, Pekerjaan Struktur, Pekerjaan Arsitektur, Pekerjaan Mekanikal Elektrikal dan Plumbing serta Pekerjaan Furniture. Di Kabupaten Takalar, proyek ini dibangun di atas lahan ±58.910 m2, sementara di Kota Makassar, pembangunan dilakukan di atas lahan seluas ±71.239 m2.

Sebagai BUMN konstruksi, PT Nindya Karya menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan proyek-proyek strategis nasional secara tepat waktu, berkualitas, dan berkelanjutan melalui pendekatan yang adaptif dan terukur.

Berita Lainnya

Lihat Selengkapnya